9 Jika di laboratorium terjadi kebakaran saat memanaskan dietil eter, tindakan berikut ini sangat tepat dilakukan, kecuali . A. mematikan sumber arus listrik B. menutupkan kain basah pada bahan yang terbakar C. memadamkan api dengan APAR saat api belum membesar D. meniup api untuk memadamkannya karena nyala api masih kecil
Laboratorium merupakan suatu ruangan yang digunakan untuk menyimpan ratusan bahan kimia dengan berbagai karakteristik. Bagi pengguna laboratorium, perlu diberikan pelatihan untuk mengetahui karakteristik bahan kimia yang digunakan, agar dapat mengetahui cara penggunaannya secara aman. Karakteristik dari bahan kimia pun dapat dipelajari dari MSDS Material Safety Data Sheet. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan kerja, salah satunya ledakan atau kebakaran. Bahan kimia memiliki banyak karakteristik, di antaranya yaitu Toxic bahan kimia beracun Explosive bahan kimia mudah meledak Flammable bahan kimia mudah terbakar Oxidative bahan kimia mudah beroksidasi Irritan bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi dll. Dengan mengetahui sifat bahan kimia yang ada di laboratorium, dimaksudkan agar pengguna laboratorium lebih berhati-hati. Misalnya menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar atau meledak sebaiknya dijauhkan dari sumber panas karena akan berakibat sangat fatal. Untuk mencegah terjadinya kebakaran besar di laboratorium, diperlukan alat pemadam api ringan atau APAR. Keberadaan APAR atau di laboratorium memiliki fungsi yang sangat penting diantaranya Sebagai penanganan pertama saat terjadi kebakaran di laboratorium Saat terjadi kebakaran di laboratorium yang disebabkan kesalahan saat menggunakan zat-zat kimia yang mudah terbakar, APAR bisa diandalkan untuk menjadi alat penanganan pertamanya. Anda bisa menggunakan APAR terlebih dahulu sambil menunggu bantuan dari pemadam kebakaran datang. Mencegah kebakaran semakin menyebar APAR juga berfungsi untuk mencegah kebakaran semakin menyebar. Saat terjadi kebakaran di laboratorium, walaupun kamu sudah menghubungi tim pemadam kebakaran, mereka tidak mungkin langsung sampai di tempat kejadian. Setidaknya dibutuhkan waktu bagi tim pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi kebakaran. Oleh sebab itu, untuk mencegah api kebakaran menyebar ke bagian gedung lainnya digunakanlah APAR. Membuka jalan evakuasi Jika kamu terjebak di laboratorium yang terbakar, namun akses pintu keluar laboratorium tertutup oleh api, kamu bisa menggunakan APAR untuk membuka jalan untuk keluar. Sebagai perlindungan diri saat terjadi kebakaran di laboratorium Fungsi alat pemadam kebakaran atau APAR lainnya adalah sebagai perlindungan diri saat terjadi kebakaran di laboratorium. APAR Apa yang Dapat Digunakan di Laboratorium? Cek di Sini! Ada beberapa jenis APAR atau alat pemadam api ringan yang bisa digunakan di laboratorium yaitu APAR Foam APAR foam adalah APAR yang menggunakan media busa atau foam AFFF sebagai medianya. APAR Powder APAR dry chemical powder adalah APAR yang terbuat dari kombinasi serbuk monoamonium dan ammonium sulphate. APAR CO2 APAR CO2 adalah APAR yang menggunakan bahan karbon dioksida atau CO2 sebagai media pemadam apinya. Jadi APAR sangat dibutuhkan di laboratorium. Oleh karena itu, setiap laboratorium harus memiliki APAR untuk mengatasi kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Sudah sedia APAR untuk laboratorium milikmu? Kalo belum yuk dapatkan di sini! Dapatkan APAR Firefix berkualitas yang sudah dilengkapi aplikasi APAR Firecek dan juga bergaransi 5 tahun. Recommended Posts

Kebakarandilaboratorium dapat disebabkan oleh arus pendek, pemanasan zat yang mudah terbakar atau kertas yang berserakan di atas meja pada saat ada api. Untuk menghindari hal tersebut lakukan hal berikut. a. Hindari penggunaan kabel yang bertumpuk pada satu stop kontak. b. Gunakan penangas bila hendak memanaskan zat kimia yang mudah terbakar. d.

Jawaban yanng benar adalah D. Sebelum menggunakan laboratorium, seorang praktikan harus mengetahui prosedur keselamatan kerja dalam laboratorim. Salah satunya penanganan kebakaran. Jika terjadi kebakaran, maka yang harus dilakukan ialah 1. Menutup sumber api dengan kain basah, jika api masih kecil dan memungkinkan menutup seluruh nyala api dengan kain basah. 2. Mematikan sumber listrik untuk menghindari konsleting. 3. Menggunakan APAR Alat Pemadam Api Ringan 4. Memanggil pemadam kebakaran Jangan sekali-kali meniup nyala api karena justru akan menyebabkan api semakin cepat menyebar. Jadi, dari pernyataan dalam soal, yang bukan merupakan tindakan yang tepat jika terjadi kebakaran adalah meniup api untuk memedamkannya karena nyala api masih kecil.
1dRBkz.